Jadi, seperti apa kira kira kebolehan smartphone
masa depan? Berikut prediksi dari Qualcomm.
1.
Layar 4K Super Jernih
Layar berteknologi 4K berarti resolusinya 4
kali lipat lebih tinggi daripada layar HD (high definition). Saat ini,
teknologi 4K sudah dihadirkan dalam televisi berbagai merek.
Nah, di masa depan teknologi layar 4K diperkirakan akan menyambangi smartphone. Saat ini saja, sebuah vendor asal China sudah berani merilis ponsel 2K, yaitu Vivo Xplay3S.
Memang ada kekhawatiran layar yang begitu jernih akan membuat baterai sangat boros. Namun Michelle menepis kekhawatiran tersebut.
"Industri sepertinya selalu bisa menyelesaikan masalah yang terjadi. Layar 4K memang membutuhkan banyak power, namun industri akan siap menghadapi tantangan tersebut," sebutnya.
Nah, di masa depan teknologi layar 4K diperkirakan akan menyambangi smartphone. Saat ini saja, sebuah vendor asal China sudah berani merilis ponsel 2K, yaitu Vivo Xplay3S.
Memang ada kekhawatiran layar yang begitu jernih akan membuat baterai sangat boros. Namun Michelle menepis kekhawatiran tersebut.
"Industri sepertinya selalu bisa menyelesaikan masalah yang terjadi. Layar 4K memang membutuhkan banyak power, namun industri akan siap menghadapi tantangan tersebut," sebutnya.
2.
Baterai Tahan Lama
Masih banyak keluhan baterai smartphone cepat
boros, khususnya yang model layar sentuh. Namun para vendor mulai coba
mengatasi isu tersebut, misalnya dengan prosesor lebih hemat baterai.
"Keawetan baterai adalah faktor kunci. Penting untuk membuat prosesor yang bikin awet baterai," ucap Michelle yang menjanjikan prosesor masa depan kian hemat daya.
"Konsumen tidak ingin menukar performa dengan baterai awet, mereka menginginkan keduanya," tambah dia.
"Keawetan baterai adalah faktor kunci. Penting untuk membuat prosesor yang bikin awet baterai," ucap Michelle yang menjanjikan prosesor masa depan kian hemat daya.
"Konsumen tidak ingin menukar performa dengan baterai awet, mereka menginginkan keduanya," tambah dia.
3.
Prosesor Makin Gahar
Perlombaan di bidang prosesor akan membuat
performa ponsel makin gahar tanpa harus mengorbankan keawetan baterai. Apple
misalnya, sudah mulai memakai prosesor 64 bit di iPhone 5S.
Meski terdapat kritikan bahwa saat ini prosesor 64 bit belum terasa berguna karena sedikitnya aplikasi pendukung, diperkirakan tidak lama lagi akan banyak yang menerapkannya.
Qualcomm sendiri masih puas dengan generasi baru Snapdragon 800. Ini adalah prosesor gahar yang mendayai handset papan atas seperti Galaxy Note 3, LG G2 dan Xperia Z Ultra.
"Kami selalu melihat apa yang terjadi dalam industri dan mencari waktu yang tepat untuk meluncurkan produk," ujar Michelle.
Meski terdapat kritikan bahwa saat ini prosesor 64 bit belum terasa berguna karena sedikitnya aplikasi pendukung, diperkirakan tidak lama lagi akan banyak yang menerapkannya.
Qualcomm sendiri masih puas dengan generasi baru Snapdragon 800. Ini adalah prosesor gahar yang mendayai handset papan atas seperti Galaxy Note 3, LG G2 dan Xperia Z Ultra.
"Kami selalu melihat apa yang terjadi dalam industri dan mencari waktu yang tepat untuk meluncurkan produk," ujar Michelle.
4.
Kamera 55MP
Saat ini, perlombaan di teknologi kamera smartphone sangat
panas. Nokia misalnya, meluncurkan Lumia 1020 yang dibekali kamera 41
megapixel.
Dalam waktu yang tak terlalu lama, bisa jadi ada vendor yang akan memakai kamera 55 megapixel di produk smartphonenya.
Hal itu sangat mungkin terjadi. Sebab, prosesor Snapdragon 800 dari Qualcomm sejatinya mendukung kamera sampai resolusi 55 megapixel.
"Kamera di smartphone akan menjadi sesuatu yang besar. Orang selalu ingin menjepret foto yang bagus," pungkas Michelle.
Dalam waktu yang tak terlalu lama, bisa jadi ada vendor yang akan memakai kamera 55 megapixel di produk smartphonenya.
Hal itu sangat mungkin terjadi. Sebab, prosesor Snapdragon 800 dari Qualcomm sejatinya mendukung kamera sampai resolusi 55 megapixel.
"Kamera di smartphone akan menjadi sesuatu yang besar. Orang selalu ingin menjepret foto yang bagus," pungkas Michelle.
No comments:
Post a Comment