Monday, September 5, 2016

SEJARAH SMARTPHONE

Smartphone atau ponsel cerdas kini sudah jamak digunakan sehari-hari di semua lapisan masyarakat pengguna perangkat teknologi. Berbeda dengan lima tahun lalu, ketika smartphone masih jadi perangkat genggaman segmen atas dengan harga premium, kini banyak vendor menyasar kalangan menengah-bawah dengan harga jual di kisaran 1-2 juta rupiah. Dengan ponsel kisaran harga tersebut pengguna sudah bisa melakukan kerja mendasar layaknya smartphone papan atas, tentu saja dengan tampilan dan performa seadanya. Pengguna gawai menengah bawah tidak mempermasalahkan tampilan dan performa asalkan mereka bisa update peristiwa mutakhir melalui media sosial dan aplikasi-aplikasi pendukung. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Indonesia yang masuk dalam kategori emerging market bersama beberapa negara Asia lain dan negara-negara di Amerika Latin turut mendongkrak jumlah penjualan ponsel yang tercatat sekitar 320 juta unit. Nilai ini berarti naik 13,5% dari tahun 2014.
Menurut catatan lembaga survey Gartner dan IDC kenaikan ini dipacu oleh penjualan ponsel segmen menengah bawah. Justru tahun 2015 ponsel cerdas kelas premium mengalami kondisi stagnan bahkan menurun seperti yang dialami Samsung. Peluncuran seri Galaxy S6 tidak mampu menolong perusahaan Korea Selatan ini untuk menggenjot pasar papan atas mereka, bahkan mereka kehilangan pangsa pasar hingga 5%. Berbeda kondisi dengan Apple yang menangguk keuntungan besar dengan peluncuran iPhone berlayar lebar 6 dan 6 Plus pada akhir 2014 lalu. Perusahaan bermarkas di Cupertino, Amerika Serikat ini menikmati kenaikan penjualan hingga 36%. Masuknya Apple ke pasar China disambut dengan suka cita hingga Apple mampu melejitkan nilai penjualan di China hingga 68% atau sekitar 11,9 juta unit. Sebuah prestasi yang belum pernah dicapai oleh vendor dari luar China. Anehnya, hal ini justru terjadi ketika secara keseluruhan China mengalami penurunan penjualan terbesar dari tahun ke tahun. Vendor lain yang menikmati kenaikan penjualan karena bermain di papan menengah bawah adalah Huawei dan Xiaomi, yang berturut-turut berada di posisi ketiga dan kelima. Lenovo (termasuk Motorola) tahun ini menurun pangsa pasarnya meskipun masih berada di lima besar. Posisi Apple diprediksi akan semakin menguat dengan rumor akan hadirnya penerus iPhone 6, yakni iPhone 6s dengan perbaikan di sana-sini di sektor kecepatan dan kamera. Sementara itu, Samsung perlu berupaya keras meraih pasar papan atas. Bahkan salah satu promosi “Ultimate Test Drive” yang baru-baru ini diluncurkan Samsung menunjukkan upaya putus asanya. Dalam promosi tersebut pengguna iPhone bisa menukarkan iPhone 6 dengan Galaxy S6, S6 Edge atau Galaxy Note5 hanya dengan menambah $1, bahkan Samsung memberikan hadiah senilai $200 yang terdiri dari voucher $100 untuk pembelian aplikasi di Google Play dan uang tunai $100. Sementara itu kekuatan masa lalu BlackBerry kian memudar dan menipis, hanya dengan menguasai tidak lebih dari 0,3% pasar ponsel dunia, Microsoft dengan Windows Phone-nya juga tertatih-tatih di antara Android dan iOS dengan pangsa sekitar 2,5%. Ke depan persaingan pasar smartphone akan semakin ketat, di papan atas Apple dari tahun ke tahun nyaris tak tergoyahkan dengan seri iPhone yang kendati hanya keluar satu seri baru per tahun. Sedangkan di segmen menengah bawah Samsung mendapat gempuran dari beberapa vendor seperti Xiaomi, Huawei , Lenovo, dan lain-lain yang sama-sama berplatform Android.

No comments:

Post a Comment

Pyke - Game Of ThronesPyke - Game Of Thrones