Siapa sebenarnya
pemain besar di dunia smartphone saat ini? Dengan semakin ketatnya persaingan,
smartphone dengan harga terjangkau dengan spesifikasi tinggi, perangkat
high-end yang punya desain bak supermodel, hingga perusahaan-perusahaan
start-up dan yang telah bertahun-tahun menjalani bisnis ponsel ini. Semua
menjadi satu dan bertarung dalam dunia smartphone.
Tetapi tampaknya
tampuk pimpinan ada di Apple. Berkat dukungan fans yang loyal dan produk-produk
terbaru yang selalu menarik minat yang besar dari para penggemar smartphone,
brand asal Cupertino, Amerika Serikat ini menjadi yang terbesar dalam bisnis
perangkat komunikasi genggam ini. Berdasarkan keterangan dari Bloomberg, Apple
kini menguasai 90% dari keseluruhan bisnis ini, yang kemudian diikuti oleh
rival utamanya, Samsung, serta beberapa manufaktur lainnya yang hanya
mendapatkan satu atau dua persen bagian dari bisnis tersebut.
Pada kenyataannya,
persaingan bisnis itu kejam, dan hanya satu dari tiga smartphone yang terjual
adalah merk Apple atau Samsung, yang membuat perusahaan seperti Sony seperti
"di-anak tiri-kan" dalam dunia smartphone.
CEO Cyanogen, Kirt
McMaster memberikan komentarnya pada kondisi persaingan smartphone yang sangat
timpang ini.
"Ponsel telah
berubah dari perangkat teknologi menjadi produk konsumen yang terus berubah
dengan cepat. Sama halnya seperti Coke dan Pepsi (di bisnis minuman soda).
Seperti itulah perang yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Ini
tidak lagi menjadi sebuah permainan bisnis yang menarik untuk diikuti."
Bagi perusahaan-perusahaan
seperti Sony, LG, Huawei, Xiaomi, Lenovo, dan mereka yang hanya kebagian
sedikit porsi, mungkin bisnis smartphone tidak lagi menjadi "sexy
business." Tetapi tentu lain halnya dengan Apple dan Samsung, yang
memegang piring terbesar. Mungkin perusahaan-perusahaan lain perlu meniru
langkah Apple, yaitu dengan menciptakan smartphone hanya setahun sekali,
memiliki sistem operasi sendiri, dan selalu memberikan upgrade program dan
fitur-fitur terbaru dan terbaik kepada para konsumen.
No comments:
Post a Comment