Harga smartphone
di pasaran semakin terjangkau. Smartphone dengan harga selangit tercatat semakin
menurun penjualannya.
Sekarang dapatkah
vendor-vendor raksasa ‘memaksa’ kita untuk merogoh kocek dalam-dalam untuk
produk mereka?
Kalau kita
cermati, rasanya sulit menemukan inovasi dari produk baru dari vendor raksasa.
Spesifikasi produk terlihat sama saja saat ini.
Ketika pasar
cenderung stagnan, salah satu cara untuk tetap eksis adalah menurunkan harga.
Semakin banyak
produsen smartphone membuat persaingan semakin ketat. Produk vendor kelas
menengah bersaing dengan spesifikasi dari vendor kelas atas, dengan harga yang
bersaing pula
Penurunan Harga yang Makin Cepat
Biasanya, produk
gadget ini akan dijual dengan harga rilisnya selama kurun waktu satu tahun.
Harga baru akan turun ketika ada seri terbaru yang diluncurkan. Tetapi saat
ini, harga akan turun tak lama setelah peluncuran.
Dari keadaan ini, ada satu hal yang disepakati bersama,
smartphone dengan harga terjangkau untuk semua kalangan.
Hal ini memungkinkan konsumen meningkatkan belanjanya.
Logikanya, para vendor itu harus meningkatkan kualitas layanan mereka.
Dari sudut pandang produsen, penurunan harga berarti laba
juga berkurang. Tetapi kalau hal itu bisa membuat vendor tetap bertahan kenapa
tidak?
Melawan Tren
Percaya atau tidak, selalu ada tipe konsumen setia yang
rela merogoh koceknya dalam-dalam demi gadget paling mutakhir. Biasanya tipe
konsumen seperti ini juga setia pada satu merk tertentu.
Tipe konsumen lain adalah mereka yang rela membayar lebih
demi fitur tertentu misalnya layar yang lebih lebar atau kamera dengan resolusi
tinggi.
Tenggelam, tapi Tetap Ada
Eksistensi
vendor-vendor raksasa mungkin saja terpuruk saat ini, tapi bukan berarti mereka
hilang. Dengan berbagai upaya dan strategi bisnis mereka, mereka tetap eksis di
persaingan industri telekomunikasi. (foxnews/mg1)
No comments:
Post a Comment